Tampilkan postingan dengan label organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label organisasi. Tampilkan semua postingan

OPPK Organisasiku

Author: Tyoncom / Label:

Yak, mungkin bagi yang aktif di organisasi SMAN 14 akan tahu apa dan siapa OPPK. OPPK bukan singkatan dari Organisasi Pelajar Pecinta Kucing, ataupun Organisasi Pasukan Perempuan Keputrian, tapi OPPK adalah singkatan dari ORGANISASI PENDIDIKAN POLITIK DAN KEPEMIMPINAN yang bergerak dalam bidang pendidikan, politik, dan kepemimpinan di SMAN 14 dan bertanggungjawab akan generasi yang berpendidikan dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi di SMAN 14, dan selalu dihubung-hubungkan dengan pelajaran PKN padahal masih ada bidang lain yang lebih ‘PKN’ yaitu KBB, dan PPBN. Gak perlu dijelaskan panjang lebar lagi, karena saya akan menjelaskan lebih rinci nanti ketika “saat-saat itu”.

YA,… OPPK saat ini punya 4 personil yang dari dulu jumlahnya segitu-gitu aja, padahal proker yang harus kita kerjain itu lebih dari jumlah kita. Ada yang bilang kalo jumlah proker OPPK berbanding terbalik dengan jumlah BPH OPPK sendiri, karena proker kita yang belasan hanya dikerjakan oleh 4 orang…sungguh memang orang-orang super yang ada disini...HAHA

Oke, pada masa amanah 2010/2011 yang menjadi tonggak-tonggak OPPK adalah….

-Ketua OPPK = Satriyo Adhi Nugroho-
Memiliki tinggi yang menjulang, kurus, selera humor tinggi, disebut-sebut mirip kak”itu”, rumahnya di kranggan, kelas XIA3 (COSTAE), cita-cita menjadi arsitek, berharap menjadi seorang yang bisa diandalkan, dan memiliki motto “Berjuang Bersama Allah”.

-Wakil OPPK = Lutfia Nurhani-
Tubuh standard, ramput panjang terurai, memakai kacamata, paling sering bales sms, eskul KIR, kelas XIS1, paling tomboy, dan kalo ditanya pasti kagak tau, tapi punya semangat tinggi dan inisiatif untuk mewakilkan ketua OPPK ketika berhalangan, dan paling sering bilang kata “males..”

-Sekretaris OPPK = Ruly Pambudi Sutikno-
Cewek dengan nama full cowok ini memiliki tubuh standard, berjilbab, sms kalo ada maunya, suka sama cowok-cowok ganteng 14 terutama guru akuntansi itu lho, kelas XIS3, paling cewek dari 3 cewek, eskul JS, ketua mading, dan paling sensitif

-Bendahara OPPK = Fatimah Azmi-
Cewek yang diam-diam memiliki kegilaan yang super ini satu-satunya yang gak ikut “saat-saat itu”, tapi punya keuletan yang tinggi, kelas XIA2 (STRONTIUM, re: musuh COSTAE), paling bisa diandalkan tapi saat-saat terakhir, eskul KIR, dan paling males kalo diajak rapat

Yak itulah BPH OPPK saat ini yang menggantikan BPH sebelumnya yaitu…

Ketua OPPK = Ahmad Noor Yuhdi
Wakil OPPK = Dianty Widyowati Ningrum
Sekretaris OPPK = Zagi Puri Ramadhan
Bendahara OPPK = Rika Rusiani
Dan mereka telah berjuang untuk OPPK tahun 2009/2010…

Dan uniknya, atau emang sengaja untuk dibuat unik, tapi dari beberapa tahun sebelumnya BPH OPPK hanya memiliki satu orang yang bergender laki-laki/cowok/ikhwan/male/jantan/man dan menjadi ketua. Haha…makanya di OPPK si “cowok” tersebut bakal dikelilingi oleh tiga wanita penggoda keteguhan imannya, atau mungkin si “cowok” berasa poligami dan memiliki tiga istri yang siap melayaninya setiap saat…haha becanda. Tapi itulah yang menjadi tantangan bagi si “cowok” karena harus bisa memahami cewek-cewek/akhwat/ladies/female yang berpikir 90% memakai perasaan, jadi sering ngambek gitu deh. Oiya uniknya lagi, beberapa tahun ini ketua OPPK selalu berasal dari eskul KIR. Dan OPPK kalo rapat gak pernah pinjem ruangan!, haha karena cuma berempat..ngapain pinjem ruangan..mending kita sambil makan-makan atau dimana kek cari tempat. Ketua OPPK sendiri sekarang selalu di cap ‘jayus’ oleh sebagian kalangan gara-gara tingkah kak Dijay (dimas jayus) sang ketua OPPK tahun 2008/09 yang jayusnya itu udah over gara-gara lawakannya yang gak lucu, dan kak dijay ini juga jadi murobbi gua pas gua kelas X.

Acara pertama OPPK yaitu TOM (Training OSIS MPK) udah selesai dan dapet respon yang bagus dari temen-temen peserta TOM yang udah dateng, dengan pembicara kak Galuh ’07 (ex Ketua OSIS) dan kak Rangga ’07 (ex Ketua MPK) yang udah ngebuat kita terbangun dari tidur panjang. Oiya tahun ini TOM diadakan dua kali, jadi ada TOM vol.2 seminggu setelahnya yang isinya full simulasi. Dan itu semua udah nyatuin semangat angkatan 43, dari foto dan bikin komitmen untuk seluruh bph organisasi di sekolah…waw keren *hiperbola.

Oiya, OPPK juga punya twitter lho ! Haha, dan OPPK jadi bidang pertama yang bikin twitter lalu disusul KBPL, PAKKS, dan ROHIS. Di twitter @oppk14 kalian akan dapet info-info dan bimbingan kepemimpinan serta bisa konsultasi juga lho..haha *promosi* Karena itu jangan lupa untuk nge-follow twitter OPPK di @oppk14 dijamin halal!

Oiya ketinggalan, OPPK ini dibina oleh bapak Sugeng (guru Biologi) yang juga pembina KIR, IT, JS, SIPOK, dan KBPL. Dan beliau juga membantu dan memberikan ide-ide yang cemerlang dan brillian untuk OPPK sendiri. Dan untuk satu tahun ini kita akan jadi ‘anak asuh’ beliau.

Itu cuma sekilas aja tentang OPPK yang bisa dijelaskan, yang gak bisa dijelaskan ada di dapur kami. Kritik dan saran bisa disampaikan di twitter @oppk14 dan jangan lupa untuk nge-follow @oppk14 untuk jiwa kepemimpinan generasi muda indonesia yang lebih cemerlang.

Akhir kata gua ada pantun, Ibu-ibu PKK dilempar batu*kenapaharusibuibu* ,
OPPK nomor 1!!!!

SALAM OPPK !

Read More..

LDKS OSIS 2010 @Taman Nasional Gunung Pangrango Sukabumi

Author: Tyoncom / Label:

Wah, denger kata-kata LDKS buat bulu kuduk gua berdiri, soalnya banyak yang bilang saat LDKS lo akan di”abisin” sama kakak-kakak kelasnya. Nah itu yang bikin gua takut. Banyak pikiran dan khayalan yang ada di benak gua,”Jangan-jangan nanti gua di suruh guling-guling di atas api unggun, atau jangan-jangan nanti gua diiket di atas tungku api dan mereka ketawa-ketiwi ngeliat gua akan direbus”. Haha…pikiran yang aneh, tapi mau-gak-mau gua harus ikut acara LDKS tahun ini karena gua masuk jadi top 25 Diklat OSIS. Jadi, bagi top 25 OSIS diwajibkan (fardhu ‘ain) untuk ikut LDKS.

Nah, belom persiapan lagi buat beli barang-barang yang dibutuhkan saat LDKS plus bikin nametag buat LDKS. Mana nametagnya susah lagi dibikinnya. Jadi kita disuruh buat nametag berbentuk burung, yang cowo’ bentuknya burung elang dan yang cewe’ burung merak. Yang aneh adalah, penggunaan kemiri buat mata elangnya, bulu-bulu kemoceng buat sayapnya, dan kacang mede buat kukunya. Ditambah lagi susahnya mengkordinir peserta LDKS lainnya buat bikin nametag bareng.

H-10 kita diberi tahu design nametagnya, dan kita harus menyelesaikan *kalo nggak salah 52 nametag cowo dan cewenya. Dan kita baru buat H-5 sebelum LDKS. Setiap hari kita dipaksa buat pulang malem untuk bikin nametag, sampe-sampe gua aja sampe rumah jam 10an. Dan pas deket rumah gua, gua denger ada kumpulan bapak-bapak yang ngomongin gua gini “Busssseeett itu anak sekolah jam segini baru pulang” wah gua tersinggung banget, emang gua ngapain coba! Gua kan pulang malem karena buat nametag LDKS, gak ngapa-ngapain!

Wah saat pembuatan nametag LDKS itu terasa banget kekeluargaan antara kita, saling membantu dan saling memberi solusi. Dan disitu udah terlihat siapa calon-calon pemimpin untuk membawa panji OSIS satu tahun kedepan. Nah pas H-1 pun nametag masih 50% jadi, masih banyak yang perlu dibuat untuk melengkapi nametag sesuai yang dikasih tau. Dalem hati gua bilang,”Wah bisa mati nih kita”. Walaupun para Diklat MPK udah berusaha membantu kami, tapi tetep aja waktu berjalan terus dan hingga jam 10 malem belum selesai juga itu nametag. Yah, siap-siap aja deh kita buat besok!

Pagi-pagi banget gua dan Mirza berangkat bareng ke sekolah buat ikut LDKS. Bawaan yang banyak membuat gua agak capek ditambah lagi gua belom makan pagi. Udah sampe di sekolah sekitar jam 6 pagi, gua dan teman-teman lainnya disibukkan buat ngelanjutin bikin nametag yang belom selesai. Dan hingga kita dikumpulkan untuk dibariskan, nametag para peserta LDKS belom selesai semuanya. Karena kita kompak! Tapi kompak dalam kesalahan!

Setelah pembagian tronton untuk menuju lokasi LDKS, kita pun berangkat dengan seluruh muka peserta LDKS yang tampak pucat. Karena hari itu hari Jumat, ditengah-tengah perjalanan kita berhenti dulu di masjid buat shalat jumat. Dan tidak beberapa lama kita pun tiba di lokasi LDKS.

Ehem…gak seru kali ya kalo acara LDKS ini dipublish, ntar gak seru lagi deh kalo banyak yang tahu. Okey intinya LDKS ini sangat indah dan emosional banget buat gua. Sampe-sampe gua yang gak pernah nangis lagi selama kurang lebih 4 tahun, di LDKS ini nangis cukup heboh hahahaha. Dan buat kalian peserta LDKS tahun 2011 siap-siap karena gua akan menjadi ketua LDKS tahun depan! Dan LDKS tahun depan pasti lebih seru dari tahun ini!

LDKS bukan untuk ditakuti, karena LDKS itu sangat indah

Read More..

Kelas X adaptasi, Kelas XI organisasi, Kelas XII prestasi

Author: Tyoncom / Label:

Judul diatas merupakan pendapat dari murabbi gua yang dulunya sekitar tahun 2006 jadi ketua OSIS di sekolah gua. Kata dia begini ‘Menurut ane sih gini kelas X adalah waktunya adaptasi karena Kelas X adalah waktu kita masuk dalm lingkungan baru bernama SMA jadi kita perlu beradaptasi dalam lingkungan itu biar bisa diterima di lingkungan kita yang baru, terus kelas XI adalah waktunya organisasi karena saat-saat antum kelas XI itu antum akan jadi ‘penguasa’ sekolah jadi itu adalah waktu antum untuk meng-eksplor lagi kemampuan antum dalam berinteraksi dengan khalayak ramai dan kemampuan antum berorganisasi, lalu yang terakhir Kelas XII adalah waktunya bagi antum untuk berprestasi karena saat kelas XII tampuk kepemimpinan sudah beralih ke kelas XI nya jadi antum tinggal mikirin bagaimana antum bisa LULUS syukur-syukur PMDK dan bisa diterima di PTN favorit. Tapi itu pendapat ane jadi terserah antum mau mangikuti atau tidak itu terserah antum.”

Cukup panjang ketika itu dia menyampaikan pandangan berpikirnya. Menurut gua, itu ada benernya juga tapi kalo yang berprestasi itu bisa kita lakukan di tiga tahun kita berada di SMA. Jadi bisa dibilang pendapat gua gini “Kelas X mencari kenalan, Kelas XI mencari pengalaman, Kelas XII menata masa depan”. Hahahaha….agak maksa memang pandangan gua itu, tapi bisa dibilang tidak terlalu jauh perbedaannya dengan pendapat murabbi gua.

Memang saat-saat kelas X menjadi saat kita beradaptasi dan saat itu pula kita menjadi seorang yang “sok kenal”. Gua inget saat gua pertama kali dateng ke sekolah gua dan mencoba mencari teman sebanyak-banyaknya. Orang yang pertama kali gua kenal itu Mirza eks-SMP 230

Gua : (Jabat tangan)
Mirza : sekolah di 14 juga?
Gua : Ya, eeehh… lo? (tanya gua dodol)
Mirza : yaiyalah
Gua : dari SMP mana?
Mirza : Doeratip (Dua ratus tiga puluh), lo?
Gua : Weits anak doeratip lo? Hebat banget. Gua phatxell (empat sembilan)
Mirza : Yoi

Lalu gua dan Mirza jalan bareng ke sekolah. Dan ternyata di sekolah itu gua gak sulit untuk berkenalan karena memang sebagian besar siswa di sana pas SMP satu sekolah sama gua yaitu SMP 49. Yak, memang 49 udah langganan mengirim siswa-siswa yang nilainya dirasa pas-pasan untuk melanjutkan jenjang SMA di sekolah gua sekarang. Terus gua ketemu Mikhail (baca:maikel) temen gua pas les di NF Kranggan yang membuat gua terdampar di sekolah gua yang sekarang. Jujur, tadinya gua gak mau masuk sekolah gua yang sekarang karena gua nilai prestasinya mulai merosot dan peminatnya berkurang plus bangunan gedungnya yang menggunakan style pabrik roti.

Lama-kelamaan makin banyak orang yang gua kenal walupun hanya namanya tanpa interaksi langsung. Sekedar tips aja kalo pengen kenal dan dikenal banyak orang ya tinggal ikutin kegiatan-kegiatan yang diadain di sekolah lo dan coba untuk “SKSD” (Sok Kenal Sok Deket) dengan orang yang baru lo kenal jadinya pasti lama-kelamaan akan kenal deket, jadi intinya lo harus mulai suatu pembicaraan dengan orang yang gak lo kenal sip brader! Okeh di kelas X merupakan pembelajaran awal untuk berorganisasi, mulai dari acara rohis ataupun ekskul. Dan di rohis gua langganan jadi PJ Danus (Dana Usaha) yang kerjanya nyari uang untuk kegiatan.

Sebenernya gua ada kesempatan buat jadi salah satu bagian penting dari ekskul yaitu ‘Ketua Muda’, tapi saat itu gua yang memiliki tingkat ke-malu-an (maap yang ini ambigu, so hati-hati) yang tinggi, jadi gua ketika ditanya ‘Kamu mau jadi apa?’, gua dengan nada malu-maluin jawab ‘Jadi apa aja boleh’. Hahaha dengan diri yang tidak memiliki komitmen itu jawaban gua jelas-jelas memalukan. Tapi itu pengalaman brader.

Lanjut ke akhir-akhir kelas X setiap ekskul akan mengirimkan 5 perwakilan terbaiknya untuk mengikuti diklat OSIS. Dan alhamdulillah, di ekskul gua ada 4 orang cewek dan gua jadi orang terganteng yang ikut Diklat OSIS mewakili ekskul gua. Sip brader!, jalan menuju organisasi semakin terbuka lebar buat gua ketika dari 97 peserta Diklat OSIS gua masuk top 25 mewakili ekskul gua dan gua satu-satunya dari ekskul itu.

Okay sekarang adalah waktunya gua untuk berorganisasi, masuk dalam suatu organisasi dan menjadi bagian penting dalam suatu organisasi. Dan tips untuk berorganisasi adalah satu, NIATKAN UNTUK MENCARI RIDHA ALLAH!

Sip Brader!

Read More..