Sertijab 34 OSIS + 25 MPK angkatan 43

Author: Tyoncom /

Senin, 9 Agustus 2010

Malem-malem sehari sebelum besoknya sertijab 34 OSIS dan 25 MPK, kak Yuhdi sms gua

“Assalamualaikum..Iyo upi uly azmi Bsk ada sertijab 34 osis 25 mpk, bwa atribut upacara dan jgn ngaret ya”

Walaupun penulisan nama gua salah (Iyo? , harusnya Tyo), tapi gapapa lah maklum dan gua besoknya udah siap-siap dengan semua persiapan untuk sertijab hari ini. Baju disetrika rapi, dasi-topi-ikat pinggang berlogo, dan sepatu hitam mutlak.

Berangkat dengan tampang yang meyakinkan dari rumah dan tiba disekolah pukul 6.20, hampir telat sih hhe. Tapi yang penting gak telat. Langsung gua menuju kelas buat naruh tas dan make atribut upacara lengkap.


Abis itu gua langsung turun ke lapangan buat apel pagi (katanya). Gua juga mikir, katanya apel pagi tapi kok kayak upacara banget. Ok, di akhir upacara ada sertijab OSIS + MPK. Pertama, para pengurus OSIS angkatan 42 baris dari ketua OSIS sampe ke ketua ekskul-ekskul, terus dilanjutin MPK dari ketua MPK sampe selesai.

Setelah itu, dipanggillah para pengurus OSIS angkatan 43. Dimulai dari ketua OSIS yaitu Mogi , dilanjutin terus sampe ke ketua-ketua bidang dan ekskul. Wah, angkatan 42 udah pada banyak yang pengen nangis, tapi angkatan 43 kayaknya stay cool aja gitu hhe.

Sebenernya pas nama gua dipanggil gua agak gak denger sih, tapi karena gua tau amanah yang akan gua terima yaa…. Gua maju aja hehe.

Hal yang paling berat adalah memegang amanah, maka jangan sia-siakan amanah dan sekarang OPPK itu jadi keluarga baru gua

Read More..

LDKS OSIS 2010 @Taman Nasional Gunung Pangrango Sukabumi

Author: Tyoncom / Label:

Wah, denger kata-kata LDKS buat bulu kuduk gua berdiri, soalnya banyak yang bilang saat LDKS lo akan di”abisin” sama kakak-kakak kelasnya. Nah itu yang bikin gua takut. Banyak pikiran dan khayalan yang ada di benak gua,”Jangan-jangan nanti gua di suruh guling-guling di atas api unggun, atau jangan-jangan nanti gua diiket di atas tungku api dan mereka ketawa-ketiwi ngeliat gua akan direbus”. Haha…pikiran yang aneh, tapi mau-gak-mau gua harus ikut acara LDKS tahun ini karena gua masuk jadi top 25 Diklat OSIS. Jadi, bagi top 25 OSIS diwajibkan (fardhu ‘ain) untuk ikut LDKS.

Nah, belom persiapan lagi buat beli barang-barang yang dibutuhkan saat LDKS plus bikin nametag buat LDKS. Mana nametagnya susah lagi dibikinnya. Jadi kita disuruh buat nametag berbentuk burung, yang cowo’ bentuknya burung elang dan yang cewe’ burung merak. Yang aneh adalah, penggunaan kemiri buat mata elangnya, bulu-bulu kemoceng buat sayapnya, dan kacang mede buat kukunya. Ditambah lagi susahnya mengkordinir peserta LDKS lainnya buat bikin nametag bareng.

H-10 kita diberi tahu design nametagnya, dan kita harus menyelesaikan *kalo nggak salah 52 nametag cowo dan cewenya. Dan kita baru buat H-5 sebelum LDKS. Setiap hari kita dipaksa buat pulang malem untuk bikin nametag, sampe-sampe gua aja sampe rumah jam 10an. Dan pas deket rumah gua, gua denger ada kumpulan bapak-bapak yang ngomongin gua gini “Busssseeett itu anak sekolah jam segini baru pulang” wah gua tersinggung banget, emang gua ngapain coba! Gua kan pulang malem karena buat nametag LDKS, gak ngapa-ngapain!

Wah saat pembuatan nametag LDKS itu terasa banget kekeluargaan antara kita, saling membantu dan saling memberi solusi. Dan disitu udah terlihat siapa calon-calon pemimpin untuk membawa panji OSIS satu tahun kedepan. Nah pas H-1 pun nametag masih 50% jadi, masih banyak yang perlu dibuat untuk melengkapi nametag sesuai yang dikasih tau. Dalem hati gua bilang,”Wah bisa mati nih kita”. Walaupun para Diklat MPK udah berusaha membantu kami, tapi tetep aja waktu berjalan terus dan hingga jam 10 malem belum selesai juga itu nametag. Yah, siap-siap aja deh kita buat besok!

Pagi-pagi banget gua dan Mirza berangkat bareng ke sekolah buat ikut LDKS. Bawaan yang banyak membuat gua agak capek ditambah lagi gua belom makan pagi. Udah sampe di sekolah sekitar jam 6 pagi, gua dan teman-teman lainnya disibukkan buat ngelanjutin bikin nametag yang belom selesai. Dan hingga kita dikumpulkan untuk dibariskan, nametag para peserta LDKS belom selesai semuanya. Karena kita kompak! Tapi kompak dalam kesalahan!

Setelah pembagian tronton untuk menuju lokasi LDKS, kita pun berangkat dengan seluruh muka peserta LDKS yang tampak pucat. Karena hari itu hari Jumat, ditengah-tengah perjalanan kita berhenti dulu di masjid buat shalat jumat. Dan tidak beberapa lama kita pun tiba di lokasi LDKS.

Ehem…gak seru kali ya kalo acara LDKS ini dipublish, ntar gak seru lagi deh kalo banyak yang tahu. Okey intinya LDKS ini sangat indah dan emosional banget buat gua. Sampe-sampe gua yang gak pernah nangis lagi selama kurang lebih 4 tahun, di LDKS ini nangis cukup heboh hahahaha. Dan buat kalian peserta LDKS tahun 2011 siap-siap karena gua akan menjadi ketua LDKS tahun depan! Dan LDKS tahun depan pasti lebih seru dari tahun ini!

LDKS bukan untuk ditakuti, karena LDKS itu sangat indah

Read More..

Practice !

Author: Tyoncom /

Masing-masing manusia memiliki kemampuan individu yang berbeda-beda. Bervariasinya kemampuan itu tergantung bakat alamiah orang tersebut. Dan berkembangnya bakat menjadi sebuah puncak kesuksesan tergantung dari minat kita terhadap bakat yang kita miliki. Bakat bukan secara cuma-Cuma kita dapatkan, melainkan bagaimana kita bisa mengembangkan sebuah minat menjadi bakat dalam diri kita. Kuncinya adalah selalu berlatih! Dan tak takut salah. Karena sesungguhnya ketika kita melakukan sebuah kesalahan, secara tidak langsung kita belajar cara untuk tidak melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Akan tetapi, bukan berarti kita harus selalu melakukan sebuah kesalahan. Dan untuk menghindari sebuah kesalahan adalah sebuah perencanaan yang matang. Salah satu Murabbi pernah berkata seperti ini “Kegagalan merencanakan merupakan merencanakan sebuah kegagalan”. Kata-kata yang nancep banget buat gua.

Latihan yang terus-menerus akan membuat kita menjadi seorang ahli. Tidak percaya? Contoh, kenapa kebanyakan para umat NONI (Non Islam) dapat menyanyikan dan membawakan sebuah lagu atau karya musik dengan baik? Jawabannya adalah karena mereka setiap minggu atau bahkan setiap hari mereka bernyanyi untuk memuji Tuhan mereka dan karena cara memuji atau berdoa mereka adalah dengan sebuah nyanyian (senandung). Jadi secara tidak langsung mereka bisa membawakan sebuah lagu dengan baik dibandingkan dengan yang lain, karena mereka belajar secara tidak langsung dari sebuah kegiatan rutin yang mereka lakukan.

Apa kunci jadi seorang pemain bola profesional? Latihan! Bukan hanya latihan rutin biasa, tetapi kita harus menunjang latihan itu dalam konteks kuantitas dan kualitas latihannya. Pernah dengar cerita tentang Lim Swie King? Dulu ketika dia mempersiapkan sebuah pertandingan melawan Rudi Hartono, pelatih menyuruhnya lari keliling lapangan sebanyak 25 kali untuk memperkuat fisiknya. Akan tetapi, apa yang dilakukannya? Dia menambah jumlah larinya menjadi 30 kali putaran.

Pernah melihat seseorang mendapat nilai fisika 100 tanpa belajar dan latihan soal sebelumnya? Tentu sulit menemukan orang tersebut, dan mungkin hanya orang level super duper jenius yang bisa. Kalian mau dapat nilai sempurna dalam ulangan? Latihan adalah jawabannya.

Pepatah Inggris mengatakan “There’s a will, there’s a way” Dimana ada sebuah keinginan disitu ada jalan. Pepatah berbahasa arab mengatakan “Man Jadda Wa Jadda”(*kalo gak salah, hhe) Dimana ketika kita bersungguh-sungguh, kita akan berhasil (sukses). Kita bisa simpulkan bahwa hasil pasti akan sama dengan bagaimana kita berusaha mendapatkan suatu hasil yang terbaik, singkatnya(rumusnya) adalah Hasil yang baik = Usaha yang keras.

Seorang yang sukses di dunia ini pun pasti pernah terpuruk, dan dia belajar dari keterpurukannya serta keterpurukannya itu sendiri menjadi sebuah acuan bagi dia untuk mengambil langkah maju dan berdiri kembali meneruskan perjuangan

Read More..

Kelas X adaptasi, Kelas XI organisasi, Kelas XII prestasi

Author: Tyoncom / Label:

Judul diatas merupakan pendapat dari murabbi gua yang dulunya sekitar tahun 2006 jadi ketua OSIS di sekolah gua. Kata dia begini ‘Menurut ane sih gini kelas X adalah waktunya adaptasi karena Kelas X adalah waktu kita masuk dalm lingkungan baru bernama SMA jadi kita perlu beradaptasi dalam lingkungan itu biar bisa diterima di lingkungan kita yang baru, terus kelas XI adalah waktunya organisasi karena saat-saat antum kelas XI itu antum akan jadi ‘penguasa’ sekolah jadi itu adalah waktu antum untuk meng-eksplor lagi kemampuan antum dalam berinteraksi dengan khalayak ramai dan kemampuan antum berorganisasi, lalu yang terakhir Kelas XII adalah waktunya bagi antum untuk berprestasi karena saat kelas XII tampuk kepemimpinan sudah beralih ke kelas XI nya jadi antum tinggal mikirin bagaimana antum bisa LULUS syukur-syukur PMDK dan bisa diterima di PTN favorit. Tapi itu pendapat ane jadi terserah antum mau mangikuti atau tidak itu terserah antum.”

Cukup panjang ketika itu dia menyampaikan pandangan berpikirnya. Menurut gua, itu ada benernya juga tapi kalo yang berprestasi itu bisa kita lakukan di tiga tahun kita berada di SMA. Jadi bisa dibilang pendapat gua gini “Kelas X mencari kenalan, Kelas XI mencari pengalaman, Kelas XII menata masa depan”. Hahahaha….agak maksa memang pandangan gua itu, tapi bisa dibilang tidak terlalu jauh perbedaannya dengan pendapat murabbi gua.

Memang saat-saat kelas X menjadi saat kita beradaptasi dan saat itu pula kita menjadi seorang yang “sok kenal”. Gua inget saat gua pertama kali dateng ke sekolah gua dan mencoba mencari teman sebanyak-banyaknya. Orang yang pertama kali gua kenal itu Mirza eks-SMP 230

Gua : (Jabat tangan)
Mirza : sekolah di 14 juga?
Gua : Ya, eeehh… lo? (tanya gua dodol)
Mirza : yaiyalah
Gua : dari SMP mana?
Mirza : Doeratip (Dua ratus tiga puluh), lo?
Gua : Weits anak doeratip lo? Hebat banget. Gua phatxell (empat sembilan)
Mirza : Yoi

Lalu gua dan Mirza jalan bareng ke sekolah. Dan ternyata di sekolah itu gua gak sulit untuk berkenalan karena memang sebagian besar siswa di sana pas SMP satu sekolah sama gua yaitu SMP 49. Yak, memang 49 udah langganan mengirim siswa-siswa yang nilainya dirasa pas-pasan untuk melanjutkan jenjang SMA di sekolah gua sekarang. Terus gua ketemu Mikhail (baca:maikel) temen gua pas les di NF Kranggan yang membuat gua terdampar di sekolah gua yang sekarang. Jujur, tadinya gua gak mau masuk sekolah gua yang sekarang karena gua nilai prestasinya mulai merosot dan peminatnya berkurang plus bangunan gedungnya yang menggunakan style pabrik roti.

Lama-kelamaan makin banyak orang yang gua kenal walupun hanya namanya tanpa interaksi langsung. Sekedar tips aja kalo pengen kenal dan dikenal banyak orang ya tinggal ikutin kegiatan-kegiatan yang diadain di sekolah lo dan coba untuk “SKSD” (Sok Kenal Sok Deket) dengan orang yang baru lo kenal jadinya pasti lama-kelamaan akan kenal deket, jadi intinya lo harus mulai suatu pembicaraan dengan orang yang gak lo kenal sip brader! Okeh di kelas X merupakan pembelajaran awal untuk berorganisasi, mulai dari acara rohis ataupun ekskul. Dan di rohis gua langganan jadi PJ Danus (Dana Usaha) yang kerjanya nyari uang untuk kegiatan.

Sebenernya gua ada kesempatan buat jadi salah satu bagian penting dari ekskul yaitu ‘Ketua Muda’, tapi saat itu gua yang memiliki tingkat ke-malu-an (maap yang ini ambigu, so hati-hati) yang tinggi, jadi gua ketika ditanya ‘Kamu mau jadi apa?’, gua dengan nada malu-maluin jawab ‘Jadi apa aja boleh’. Hahaha dengan diri yang tidak memiliki komitmen itu jawaban gua jelas-jelas memalukan. Tapi itu pengalaman brader.

Lanjut ke akhir-akhir kelas X setiap ekskul akan mengirimkan 5 perwakilan terbaiknya untuk mengikuti diklat OSIS. Dan alhamdulillah, di ekskul gua ada 4 orang cewek dan gua jadi orang terganteng yang ikut Diklat OSIS mewakili ekskul gua. Sip brader!, jalan menuju organisasi semakin terbuka lebar buat gua ketika dari 97 peserta Diklat OSIS gua masuk top 25 mewakili ekskul gua dan gua satu-satunya dari ekskul itu.

Okay sekarang adalah waktunya gua untuk berorganisasi, masuk dalam suatu organisasi dan menjadi bagian penting dalam suatu organisasi. Dan tips untuk berorganisasi adalah satu, NIATKAN UNTUK MENCARI RIDHA ALLAH!

Sip Brader!

Read More..

IPA atau IPS = SUCCESS !

Author: Tyoncom /

Dalam kehidupan kita pasti dihadapkan kepada pilihan dan pilihan itu yang bisa membuat kita lebih baik ataupun juga bisa membuat kita jauh terpuruk. Seperti biasanya saat kita kelas X SMA dan lalu naik ke kelas XI, pasti kita akan dihadapkan kepada dua pilihan atau lebih yaitu mengenai penjurusan. Ada yang berminat dan berkemampuan ke jurusan IPA(*Ilmu Pengetahuan Alam, bukan Ilmu Pengetahuan Alam barzah ataupun Alam “mbah dukun”), IPS (*Ilmu Pengetahuan Sosial, bukan Ilmu Pengetahuan Science ataupun Ilmu Pengetahuan Santet) ataupun Bahasa (kalo yang ini gak ada di sekolah gua). Tak bisa hanya menghitung kancing untuk menentukan jurusan itu, kita harus berusaha dan didukung secara alamiah oleh bakat kita sendiri serta tidak lupa pertolongan Allah. Menurut gua, kelas X ini masa-masa terberat dalam kehidupan akademis gua karena saat UAS aja setiap hari ada tiga pelajaran yang di-UAS-kan sehinga gua harus rela begadang kalau ada perlunya seperti kata bang Rhoma(lho?).

Dan Alhamdulillah gua sekarang udah bisa masuk jurusan IPA (jurusan yang gua inginkan) dan Alhamdulillah juga udah bisa masuk kelas XI A3 dengan namanya “STICKER ITEM STREREO CLASS”. Haha, cukup panjang namanya dan cukup gak “meaning” banget itu nama. Dari beberapa orang temen gua, ada yang udah masuk IPA lalu pindah ke IPS, dan ada juga yang dari IPS pindah ke IPA. Gak tau, apakah mereka salah menilai diri mereka sendiri atau emang mereka yang “multitalent”. Ini percakapan gua dengan temen gua yang terjerumus ke IPS, inisialnya YSW cekidot

Gua : Eh….elo..
YSF : Eh….elo…yo..
Gua : Gimana? Masuk IPA /IPS?
YSF : Ehmmm…..(diem cukup lama)…..IPS gua yo..
Gua : Emang mau IPS? Apa terjerumus ke IPS?
YSF : Tadinya sih gua mau IPA, tapi masuknya IPS. Bisa dibilang sih gua terjerumus.
Gua : Gapapa kawan dunia belom berakhir, jadi lo gak usah bunuh diri pake nahan napas sejam, atau lo mau makan gorengan di tengah jalan tol karena ntar lo mati konyol. Wkwkwk
YSF : Lo masuk mana yo?
Gua : Alhamdulillah IPA, lo gak “WL”(WL=Waiting List) aja?
YSF : Kagak…gua yo
Gua : Oh gitu..berarti pasrah gitu aja dong…
YSF : Yo’i… pasrah UNGU aja gua…hahaa
Gua : %$%^&$%^&(&^& (GAK JELAS !)

Hahahaha…..itu percakapan gua dengan orang yang terjerumus ke IPS dan dengan santai dia pasrah kalo dia harus terjerumus ke IPS yang sebenernya IPA adalah jurusan tujuannya. Selain itu ada juga yang udah masuk IPA tapi malah pindah ke IPS, inisialnya FP

Gua : Assalamualaikum
FP : Wa’alaikumsalam
Gua : Gimana masuk IPA / IPS ?
FP : IPA lagi gua, sebenernya gua maunya masuk IPS
Gua : Lah? (bingung)
FP : Gua lagi mikir nih yo, mau ngelanjutin IPA atau pindah ke IPS
Gua : Okeh lo mau jadi apa?
FP : Sebenernya sih gua mau jadi ekonom
Gua : Oh gitu, berarti lo harus pindah ke IPS. Kasihan orang yang pengen IPA terdampar di IPS
FP : Oh gitu
Gua : Kata murabbi gua sih kalo kayak gitu shalat istikharah aja. Jangan sampe lo sms ketik REG(spasi)MAMA kirim ke 9910 dan SMS langsung dari MAMA lho!,
FP : #%$^%&(^ (aneh lo)

Subhanallah, orang pinter IPA tapi dia mau masuk ke IPS karena cita-citanya ada di IPS. Dan ada lagi temen gua yang cita-citanya jadi ekonom dan mau ngelanjutin kuliah ke FE UI dia tetep di IPA. Mungkin karena gengsi, tapi gak tau dech(Bang Judin style). Inisialnya MIS

Gua : Hoooooiiii….
MIS : yo lo masuk mana?
Gua : maksud? Masuk apaan nih? Kurang spesifik
MIS : Jurusan
Gua : Ooooohhh….IPA, lo?
MIS : IPA juga dong….
Gua : Emang lo ntar mau kuliah jurusan apa?
MIS : FE UI
Gua : WHAAAATTTSS???? *ditambah musik kaget ala termehek-mehek*
MIS : Emang napa?
Gua : Lo merasa bersalah gak sama anak IPS?
MIS : Enggak sih, biasa aja
Gua : Yaudah deh, semoga pilihan yang benar

Gua pernah baca novel yang judulnya “The Kite Runner”-Khaled Hosseini, disitu ada quote yang gua dalemin maknanya, yaitu “Sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari, kadang-kadang bahkan dalam sehari bisa mengubah keseluruhan jalan hidup seseorang.” Mungkin artinya dalam memilih sebuah pilihan kita harus bisa menentukan pilihan yang benar dan pilihan itu bisa merubah jalan hidup kita untuk menuju yang lebih baik ataupun yang lebih buruk.

Dalam Al Quran surat As-Syams ayat 8 yang artinya “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.” Berarti Allah telah memberikan kita dua jalan yang pertama jalan yang berat menuju ketaqwaan (kebaikan) atau jalan yang mudah tapi menuju kefasikan (keburukan). Oleh karena itu kita harus bisa memilih jalan yang benar untuk menuju sebuah target(tujuan hidup) kita. Dan dengan target itu jalan kita menuju target itu menjadi terarah dan FOKUS! Dan baik IPA maupun IPS sama baiknya tergantung cara kita bisa memanfaatkan itu ditambah bakat serta ridha Allah untuk mencapai target kehidupan kita.

Read More..

Beralih ke yang Lebih Baik

Author: Tyoncom /

Assalamualaikum wr wb

Maaf atas posting-posting gak penting dan mungkin gak berguna dan mungkin juga telah mengatakan kata-kata yang bersifat merusak. Jadi, gua selaku owner dari blog yang gak penting ini mau minta maaf atas ketidaknyamanan posting-posting yang telah dipublish dan saya berjanji untuk memposting sesuatu yang lebih bermanfaat lagi untuk kedepannya, sehingga memberi manfaat untuk para pembaca.

Wassalamualaikum wr wb

Read More..

Sanlat 2010 @Villa Bengka

Author: Tyoncom /

Huah…Udah pada selesai UAS (Ujian Anak Setan) kita para muslimin dan muslimah SMA N 14 diajak untuk refreshing sekaligus memperdalam wawasan kita mengenai ilmu agama dengan mengikuti acara tahunan SMAN 14 yaitu “SANLAT”. Cukup surprise dengan hari pelaksanaannya yang dilaksanakan tanggal 17,18,&19 Juni, karena tanggal 18 adalah hari ulang tahun gua. Wah dahsyat! Gimana ya rasanya ulang tahun pas SANLAT bareng temen-temen.

Kita para peserta disuruh dateng oleh panitia pagi-pagi sekali yakni jam 05.30 kita harus udah ngumpul di sekolah dan jika kita dateng lewat jam 06.15 akan dikenakan iqob, begitu katanya dari sms yang gua dapet. Gua harus menyiapkan seluruh peralatan yang harus dibawa buat SANLAT sendiri, karena orang tua gua harus nganterin kakak gua buat tes SNMPTN di Bandung. Pagi-pagi sekitar pukul 05.15 gua berangkat dengan tas yang begitu terlihat obesitas dan mungkin orang-orang ngira gua orang yang hamil di punggung. Dengan baju muslim dan celana bahan yang matching gua berangkat dengan style teroris masakini. Sampe di sekolah, tiba-tiba ada peserta SNMPTN yang akan melakukan tes di SMAN 14 dengan menggunakan sepeda motor tiba-tiba terjatuh di lapangan basket yang licin karena guyuran air hujan. Gubrak ! gua yang ngeliat pun berusaha menolong sang mas-mas tersebut.

Gua : “Gak papa mas?”
Mas-mas : “Gak…gakpapa kok, ini licin”
Gua : (meninggalkan mas-mas tersebut dengan motor yang sudah berdiri kembali) “Hati-hati mas”
Mas-mas : “Iya makasih ya…”
Wah melihat hal itu, temen gua yang tetep dengan style baju sekolah bernama Hindya bilang
Hindya : “Wah gara-gara satriyo nich (kak izzuddin style)”
Gua : (cepet-cepet ke WC masjid AL-Huda karena pengen boker)”no comment”

Setelah selesai mengeluarkan hajat yang begitu bau’, gua pun berbaur dengan yang lainnya sembari bercanda. Beberapa menit kemudian datanglah sang “wakabid I” Abdullah Izzuddin Al-Qossam yang akan menjadi peserta sanlat tahun ini bersama kita karena tahun lalu dia gak ikut sanlat. Dengan diledekin oleh temen-temennya yang jadi panitia, dia pun terlihat sedikit “kicep”. Sembari jalan menuju bis, gua tanya-tanya sama kak Izzuddin

Gua : “Akh kenapa tahun lalu gak ikut sanlat?”
Izzuddin : “Tahun lalu ane pertukaran pelajar”
Gua : (Kagum)”Wah luar biasa!, emang pertukaran pelajar kemana akh?”
Izzuddin : “Ke Timor Leste”
Gua : #$#$#%#%**^% (dasar aneh)

Berangkatlah kita seluruh peserta SANLAT ke lokasi yang begitu jauh dan jalan yang berliku-liku tajam. Tiba-tiba di depan ada tanjakan yang sangat tinggi dan diperkirakan mencapai 75o , hingga bis kita yang begitu “reot” tak sanggup lagi untuk menaiki tanjakan tersebut. Dan akhirnya seluruh penumpang bis turun untuk mengurangi beban bis tersebut. Eh setelah melewati tanjakan tersebut, bis itu meniggalkan kita yang turun dengan jarak yang cukup jauh alhasil kita harus berlari menaiki tanjakan dan kembali menuju bis itu. Supir dari bis itu cukup kewalahan dengan medan yang begitu luar biasa. “Waduh dek, dengkul saya mau copot tadi”, kata sang supir yang terlihat begitu kekar laksana kuli. Tak berapa lama kita pun sampai di lokasi SANLAT yaitu Villa Bengka.

Sampailah kita di tempat tujuan, langsung kita digiring menuju aula dan makan siang disana. Ada ciri khas tersendiri dari Villa Bengka ini, yaitu adanya monyet yang nongkrong di tembok sisi kanan halaman masuk Villa. Sempet gua mikir , apa jangan-jangan itu monyet namanya “Bengka” terus ini Villa dinamai Villa Bengka…gak tau lah. Selesai makan siang, dibacakan peraturan SANLAT dan berta’aruf kita pun ke villa yang telah dibagikan. Ada dua villa buat ikhwannya. Gua ada di villa 2 dekat sawah-sawah. Setelah shalat dzuhur dan asar dijamak taqdim kita beristirahat sejenak di villa masing-masing. Bercengkrama dan bercanda khas anak SMA pun dimulai. Setelah beberapa lama, panitia datang dan menyuruh kita berganti pakaian kotor untuk simulasi. Setelah selesai semuanya kita dikumpulkan di lapangan yang cukup becek dan bau comberan itu. Sore ini kita melakukan simulasi ulat bulu yang membuat seluruh lapisan pantat gua begitu kotor dan basah. Bahkan ada dari temen gua yang selananya kemasukan kodok berukuran mikro. Wah gimana rasanya ya … pasti geli-geli gitu dech! (kak izzuddin style). Hampir dipastikan seluruh bagian pantat dari seluruh peserta sudah coklat laksana orang “cepirit” dan bau’ comberan asli dari pegunungan. Setelah itu, kita main benteng. Luar biasa ! saking banyaknya orang yang ikut, jadi susah menentukan siapa lawan,siapa kawan dan pemenangnya pun tidak diketahui. Setelah itu kami pun mandi dengan batas waktu 5 menit.

Setelah mandi, kita shalat maghrib jamak taqdim isya’. Setelah shalat yang dipimpin oleh ex-ketua rohis akh Normand Edwin Elnizar, kita diberi suplemen materi tentang “aqidah”. Materinya cukup membosankan, tetapai setelah materi ada yang seru. Yups…seusai materi yang membosankan itu, tiba-tiba dari akhwatnya ada yang berteriak seperti sedang kesurupan dan sudah saya cari tahu lebih lanjut bahwa yang kesurupan itu adalah temen sekelas gua yaitu Asprilya Balqist yang memang menjadi trending topic bahwa dia adalah "ratu"nya kesurupan.

Lanjut kita disuruh kembali ke villa masing-masing. Dan malem-malemnya ada sharing alumni yang dibawakan oleh kak Nicko dengan seragam bolanya. Lumayan lama ini acara karena banyak yang nanya. Setelah sharing alumni kita disuruh istirahat tidur di villa. Dini hari, tiba-tiba kita dibangunkan dan diajak untuk shalat qiyamul lail oleh panitia, dan banyak dari peserta yang masih ngantuk mungkin karena mereka tidak terbiasa untuk melaksanakan qiyamul lail. Qiyamul lail yang diimami oleh pak Martadi dengan bacaan surat-surat yang super panjang ini membuat banyak dari peserta yang baru memulai shalat ketika imam akan ruku’ dan banyak dari peserta yang durasi sujudnya jadi lama karena mereka ngantuk.

Setelah sarapan, kita ada outbond yang rutenya cukup jauh hingga membuat betis kita menjadi keras. Kelompok gua kelompok 9 yang beraksi terakhir, jadinya udah pada bad mood aja. Dan Kelompok 9 ini bernama “Sanset” = Santri Setia, dengan yel-yel lagu ST12. Pertama kita disuruh membuat ikatan seperti lingkaran dan melepaskannya dengan memutar badan kita. Pos 1 adalah pos hafalan yang dijaga oleh kak Rizki Ariestyadi (ketua SANLAT yang “magabut” kata Bowo) dan kak Mahbubi (sang arabian). Pos ini berhasil kita lalui dengan gemilang. Dan mereka memberi kita petunjuk berupa potongan nasyid. Lanjut kita ke Pos 2 yang dijaga oleh akh Ihsan Robbani (akh cimol) yang menyuruh kita mengisi sebuah paralon besar yang banyak lubangnya dengan air sungai. Dan kita pun gagal karena air yang kita isi selalu keluar dari dalam paralon tersebut. Pos 2 GAGAL ! Lanjut kita ke pos 3 yang dijaga oleh akh Ryan, akh Galih, akh Wendi. Pos ini adalah pos alcatraz, dan gua yang lagi bad mood gak mau nyebur ke kali tempat kita main. Jadi ada kotak-kotak dari rafia di atas air sungai dan kita harus masuk ke kotak itu dengan menyelam. Dan akhirnya…GAGAL! Udah agak kecewa dengan 2 pos yang gagal kita lewati. Kita disuruh untuk menuju ke masjid untuk berganti pakaian dan melaksanakan shalat jum’at.

Anehnya dari pelaksanaan shalat jum’at di masjid ini adalah khutbahnya yang menggunakan bahasa arab, so kita semua tertidur saat khutbah disampaikan karena gak ngerti. Selesai shalat jumat, kita makan siang dengan lauk tipuan. Kenapa gua bilang lauk tipuan, karena dari bumbunya terlihat seperti rendang daging….. Tapi… bukan daging, malahan ATI ! Gua yang gak suka banget dengan ati baru menyadari di detik akhir gua makan. Yah, seperti biasa karena kelompok gua kelompok 9, jadi terakhir lagi dech! Kita disuruh lari menaiki tanjakan yang dilansir kemiringannya mencapai 750 dan kita sampai di pos selanjutnya. Pos 3 yaitu spider web yang dijaga Hani Nadhif dan akh Vega. Agak aneh, karena spider web nya dari tali rafia hahahahaha. Dan kita disuruh membantu 4 orang teman kita melewati spider web tersebut tanpa menyentuh tali rafia tersebut. Dan kita…..BERHASIL! Lanjut kita ke pos selanjutnya yang semakin menaiki bukit. Dan di pos 4 ini dinamakan karapan manusia yang dijaga oleh kelas 12 yang sudah menjadi alumni yaitu kak Sigit Satrio (ex-Ketua MPK), kak Abdullah Fahmi (ex-Bendahara Rohis), kak Rozak (ex-Divisi Pembinaan Rohis + ex ketua IKRAR) dll. Disini kita harus mengangkut 4 teman kita menggunakan bambu. Jadi 2 orang memegang bambu, 1 orang nak banbu dan 1 orang di depan bambu. Dan di pos ini kita…..GAGAL AGAIN! Dan kita harus push up 10 kali.

Nah, selanjutnya akan lebih seru. Karena ini simulasi yang luar biasa seru. Pertama, kita satu angkatan peserta SANLAT 2010 + kelas 11 yang gak ikut tahun lalu disuruh membuat bola pejal yang tidak akan hancur bila diserang dari berbagai sisi. Dan kita sekali lagi….GAGAL ! karena ada satu teman kita yang lepas yaitu sang “Doraemon” Hindya. Yah…selanjutnya adalah simulasi perang dengan masing-masing memegang nyawa berupa cairan berwarna yang dikalungkan di lehernya. Ada tim merah dan tim hijau. Cukup sengit, dan akhirnya tim merah kalah. Karena ada temen gua dari tim hijau yang begitu “badak” melewati banyak pertahanan tim merah yang tersusun dari pria bertubuh besar. Dan gua sebagai salah satu bagian pertahanan sebenernya merasa terdzhalimi oleh temen gua itu, karena gua didorong dan diinjak-injak oleh dia sehingga tangan gua agak nyeri dikit. Dan lagi-lagi gua GAGAL ! Watdefak !Setelah selesai itu ada sesi foto-foto dan gua diserang oleh temen-temen gua karena hari itu gua milad. Setelah itu kita harus balik ke penginapan dan bersih-bersih, terus shalat asar.
Dengan cekatan gua kembali menuruni bukit dan berlari menuju Villa Bengka. Menarik, karena kita yang jogging aja bisa lari dengan kencang saat menuruni turunan yang sangan curam. Mungkin kecepatan gua saat lari itu mencapai 160 km/H (lebay). Setelah mandi, kita semua melaksanakan shalat asar dan siap-siap untuk materi selanjutnya.
Materi pun dimulai. Materi kali ini adalah berupa training motivasi dari motivator JOSS Indonesia. Dia masuk dan menyapa kita dengan gaya sok asik nya. Lalu klimaks dari acara SANLAT ini pun terjadi tatkala di menyapa kita dengan berkata

JOSS : “Kalo saya bilang ‘Hai’ kalian jawab ‘Halo’ okay”
JOSS : “Terus kalo saya bilang ‘Halo’ kalian jawab ‘Hai’ okay”
PESERTA : (serempak) “YAAAAA!!!”
JOSS : “Halo…”
PESERTA : “Hai…”
JOSS : “Hai…”
PESERTA : “Halo…”
JOSS : “Hai..Hai..Halo..”
PESERTA : “Halo..Halo..Hai..”
JOSS : “Halo..Hai..Halo..”

Dan lampu padam seketika… Jebret !!! Tiba-tiba para akhwat mengumandangkan takbir,”Allahu Akbar! 3x”. Tiba-tiba akhwat berlarian dan timbul masalah. Ternyata ada dari akhwatnya yang kesurupan karena gua denger ada teriakan seperti meraum-raum dari sebelah. Tiba-tiba lampu padam lagi…Jebret !! Dan akhwatnya sepertinya ada yang kesurupan lagi. Wah dengan nada sok tau sang motivator menenangkan kita semua dan mengajak kita untuk melakukan shalat maghrib jamak taqdim isya. Saat seluruh peserta ikhwan selesai mengambil air wudhu, tiba-tiba salah satu peserta ikhwan kelas 11 nya yaitu kak Aulia yang memang terlihat bengong dari tadi ditambah kondisinya sedang sakit kesurupan juga sambil berteriak-teriak menggunakan bahasa sunda. Wah, lantas kita semua baca-baca surat “tri-Qul” dan ayat kursi. Dan setannya berteriak,”Sakit….sakit….” Makin mencekam malam itu, karena teman kita dari kelas X F yaitu Kevin merasa takut akan hal tersebut sehingga dia nangis dan mukanya tampak merah. Hingga beberapa saat kemudian di tergolek lemas dan mulai kesurupan. Wah dengan suasana yang mencekam itu, kita semua yang sudah berwudhu pun melakukan ibadah shalat yang mungkin sedikit tidak tenang karena banyak yang kesurupan. Selesai shalat kita dibagi per kelas dan disuruh untuk membaca ayat-ayat alquran untuk membantu mengeluarkan jin/setan dari tubuh teman kita. Tetap dengan nada sok tau sang motivator berkata,”Saya akui, Kita tidak mungkin menang lawan setan”. Dan para murabbi pun menghampiri para mentee-mentee nya. Kelompok mentor gua didampingi oleh ex-murabbi kita yaitu akh Sangkot Prakoso Hadi tanpa didampingi pasangan mahonya akh Dimas Febrian Purnomo (Akh Dijay). Kita disuruh membaca Al-Fatihah, ayat kursi, Al-Ikhlas dan yang membawa mushaf disuruh membaca Al-Jinn. Tiba-tiba daftar orang kesurupan bertambah dengan kesurupannya kak Damar Aziz (kelas 11), pasti anak 14 kalo ada nama Damar pasti identik dengan gua dech !(kak izzudin style)

Karena suasana semakin mencekam, kita disuruh untuk menuju villa 1 dan berkumpul disana seluruhnya. Seluruh peserta disuruh mengambil makanan untuk makan malam. Dan ada dari panitia yang hampir kesurupan juga yaitu kak Miftahul Ihsan dan kak Galih Satrio Aji, karena muka mereka yang udah memerah.

Gua sempet mikir….Apa ini kado milad gua yang 16th , gua ngerasa kayak dikasih kado sama setan-setan daerah Gunung Salak. Tapi insyaAllah semua ini ada hikmahnya tersendiri.

Karena sudah malam, kita pun disuruh tidur oleh pembina. Tidur yang sangat tidak enak karena harus berdesak-desakan dan kepala gua terasa terinjak-injak oleh temen gua yang tidur disebelah gua yaitu Dwi Aji Sentosa. Wah tadinya mau gua bales, tapi gimana balesnya coba…

Seperti biasa, kita dibangunkan untuk melakukan shalat qiyamul lail disaat-saat yang mencekam ini. Dan ada sesuatu yang aneh dari pelaksanaan qiyamul lail kali ini. Yang menjadi imam adalah akh Normand Edwin Elnizar yang terkenal dengan keshalehannya, kali ini berkali-kali lupa saat membaca surat-surat pendek. Setelah itu imam digantikan oleh akh Rozak yang kembali lupa saat membaca surat pendeknya. Sempet mikir,”Ada apaan yah? Masa’ bisa gitu sih”

Setelah selesai qiyamul lail dilanjutkan shalat shubuh, kita kembali ke villa untuk packing dan sarapan. Saat sarapan gua baru sadar kalo kita akan pulang, yapi masih ada salah satu acara lagi yang belum dilaksanain yaitu Jihadul Lail. Mungkin karena suasana mencekam itu…, jadi Jihadul Lail dibatalkan. Setelah semua selesai, kita dikumpulkan di depan villa dengan cuaca panas dan terik matahari yang sangat menyengat. Disitu ada sebuah drama kecil-kecilan tentang kegiatan mentoring yang diperankan oleh alumni kelas 3 nya. Setelah pembagian handphone, dompet dan pin sanlat kita menuju bis untuk pulang kembali ke Jakarta. Dan menarik, karena kita harus berjalan dulu menaiki tanjakan yang sangat tinggi baru naik ke bus dan pulang. Pokoknya SANLAT 2010 "Ada Dech !"

Read More..